Jangan Abaikan Gejala

Sat-jakarta.com – Berikan anak pelatihan di lembaga kursus IELTS terbaik di Jakarta agar mereka bisa mengikut tes dengan lancar dan mendapatkan skor yang terbaik.

Kelahiran prematur dapat berdampak buruk pada bayi, mulai gangguan kognitif, penglihatan, pendengaran hingga kematian. Mari kenali faktor risiko dan penyebab kelahiran prematur agar Mama bisa menyambut buah hati yang sehat sempurna. Kelahiran prematur sangat erat kaitannya de ngan kematian janin. Bayi yang terlahir prematur pun lebih tinggi risikonya mengalami gangguan kognitif, pendengaran hingga penglihatan. Semakin prematur keadaan bayi yang dilahirkan, maka semakin berat peralatan medis yang dibutuhkan untuk membantu pematangan semua organ vital bayi agar bisa bertahan hidup.

Yang paling ditakutkan adalah paru-parunya belum matang. Sehingga, bayi harus langsung masuk inkubator untuk menghangatkannya, memberinya tambahan nutrisi, dan membantu proses pernapasannya sampai dia dapat mengejar ketertinggalannya. Pada prematuritas ekstrem, bayi harus masuk NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Sedangkan kalau bayi lahir prematur tanpa fasilitas kesehatan memadai, misalnya di rumah, yang harus dilakukan pertama kali adalah menghangatkannya karena bayi rentan sekali terhadap suhu. Bayi harus diberi selimuti,di beri kehangatan dengan botol air hangat, kemudian segera dilarikan secepatnya ke rumah sakit.

Kalau ASI Mama sudah keluar, bayi boleh diberi ASI. Sementara pada Mama, dampak kelahiran prema tur dapat mengakibatkan timbulnya stres berat (post partum blues). Hal ini bisa terjadi terutama bila Mama tak bisa mengelola tekanan mental saat menghadapi kesulitan yang menimpa buah hatinya. Oleh karena itu, sangat ditekankan pentingnya pemeriksaan rutin kehamilan.

Mama pun perlu mengenali tanda-tanda kelahiran prematur seperti: rasa mulas dan kontraksi yang teratur, jarak kontraksi yang semakin pendek dan intens, serta keluar lendir disertai darah dari vagina. Yang sering terjadi, mamil mengabaikan gejala gejala ini karena merasa belum waktunya bersalin. Pa dahal, kalau sudah timbul tanda-tanda seperti itu harus langsung periksa ke bidan atau rumah sakit. Dokter di UGD pun dapat melihat, apakah benar itu tanda-tanda persalinan atau bukan. Semakin cepat terdeteksi, se makin cepat bisa ditangani untuk mencegah kefatalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *