Menikmati Perubahan Tubuh Bag2

Untuk pinggang yang berubah jadi lebih besar, sesungguhnya patut disyukuri, karena beberapa lemak yang membantu produksi ASI disimpan di perut. Begitu pun dengan pinggul; di masa kehamilan, ini bagian tubuh pertama yang dipilih untuk menyimpan lemak guna mendukung menyusui.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Jadi, saat pinggul membesar, seharusnya Mama happy, karena akan bisa memberikan makanan terbaik bagi si kecil dengan optimal. Supaya pembesaran pinggul ini tidak terlalu heboh, baiknya saat hamil sudah memerhatikan kenaikan BB. Ikuti anjuran dan saran dokter mengenai kenaikan BB. Ingat, makan saat hamil itu bukan untuk berdua, ya, Ma. Sementara, otot-otot perut yang kendur bisa kencang kembali dengan melakukan olahraga. Telapak Kaki Lebih Panjang dan Lebar Hal ini terjadi karena hormon saat hamil mengendurkan ikatan sendi tulang, ditambah adanya beban ekstra yang harus diterima kaki selama sembilan bulan kehamilan. Tapi biasanya hal ini tak terlalu berpengaruh pada penampilan Mama usai melahirkan.

Bahkan, Mama kembali bisa mengenakan high-heels setelah kondisi tubuh Mama kembali oke. Untuk itu, konsumsilah makanan bergizi dan rajin berolahraga. Tulang “Terancam” Osteoporosis Memang benar, usai melahirkan, massa tulang akan mengalami penurunan yang bisa menyebabkan osteoporosis. Itu sebabnya, saat hamil dan menyusui, Mama sangat dianjurkan untuk minum susu, yoghurt, atau makanan lain yang tinggi kadar kalsiumnya, agar tidak kekurangan kalsium yang dapat mengakibatkan osteoporosis. Kelenjar Gondok 6ebanyak s mama, aktivitas kelenjar gondoknya bisa lebih atau kurang selama lima bulan setelah melahirkan.

Jika Mama mengalami hypothyroidism (berkurangnya aktivitas hormon tiroid), akibatnya akan timbul rasa lelah berkepanjangan, lesu, sulit konsentrasi dan depresi. Hal itu bisa memengaruhi kondisi fisik dan emosi saat Mama merawat bayi. Oleh karena itu, usai persalinan, jangan lupa kontrol kembali ke dokter, biasanya dilakukan pemeriksaan sekitar s minggu setelah melahirkan. Nah, saat kontrol itu, Mama bisa meminta saran dokter mengenai berbagai hal, dari keluhan fisik hingga emosi. Selain itu, 0ama juga dapat mendiskusikan alat kontrasepsi, mengingat sekitar tiga minggu setelah melahirkan, Mama bisa kembali hamil jika berhubungan seks tanpa alat kontrasepsi.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *