Percakapan Rahasia Pelindung Nurhadi Bag10

Rabu pekan lalu, dugaan permainan perkara Nurhadi selama menjadi Sekretaris Mahkamah Agung terungkap di persidangan Edy Nasution. Sejak Rabu dua pekan lalu, Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu menjadi pesakitan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia didakwa menerima suap Rp 2,32 miliar untuk mengatur sejumlah perkara Grup Lippo. Salah satu kasus yang dimainkan Edy, menurut dakwaan jaksa, atas perintah Nurhadi.

Kasus eksekusi tanah lapangan golf Gading Raya Serpong, Tangerang, yang dikelola anak usaha Grup Lippo, PT Jakarta Baru Cosmopolitan, misalnya. Grup Lippo meminta Edy membatalkan putusan eksekusi tanah yang dimenangi ahli waris Tan Hok Tjioe itu. Atas perintah Nurhadi, Edy bersedia membantu dan meminta Grup Lippo menyediakan dana untuk menggelar turnamen tenis se-Indonesia di Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *