Ayo, Imunisasi Polio Bag2

Bawalah balita ke pos pelayanan PIN Polio yang ada didekat rumah untuk mendapatkan imunisasi polio gratis. Dengan PIN Polio ini diharapkan di akhir 2018, penyakit polio berhasil dihapus dari seluruh dunia. Bagaimana tanggapan MUI mengenai PIN Polio?

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

MUI secara resmi mendukung proses dan kegiatan imunisasi untuk balita atau anak-anak melalui penerbitan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi pada 23 Januari 2016. Sesuai dengan ketentuan hukum yang tercantum dalam fatwa MUI, imunisasi pada dasarnya diperbolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Dalam hal seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan penyakit berat atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, bahkan kematian, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib. Karena itu, fatwa MUI merekomendasikan kepada para orangtua dan masyarakat wajib berpartisipasi menjaga kesehatan, termasuk dengan memberikan dukungan pelaksanaan imunisasi. Ayo, Mama Papa, segera ajak si kecil untuk diimunisasi polio!

Deteksi Dini Kelainan Tulang, Otot Dan Sendi Pada Balita

Peran serta orangtua dalam deteksi dini kelainan muskuloskeletal (tulang, otot, dan sendi) pada anak sangatlah penting. Deteksi dini akan sangat memengaruhi perjalanan penyakit tersebut. Sebab, kelainan muskuloskeletal yang diketahui lebih awal, umumnya akan memberikan hasil kesembuhan yang jauh lebih baik. Salah satu kelainan muskuloskeletal yang sering terjadi adalah CTEV (Congenital Talipes Ekuino Varus). Angka kejadiannya mencapai 1/1.000 kelahiran.

Pada kelainan ini, kaki bayi sejak lahir menghadap ke dalam menyerupai stik golf. Kelainan ini perlu dibedakan dengan kelainan kaki fi siologis (normal) karena posisi dalam rahim (intrauterine position). Pada kelainan fi siologis, kaki tampak serupa dengan CTEV, namun ketika digerakan dapat diposisikan ke posisi normal. Jadi, kaki anak akan kembali ke posisi normal seiring perjalanan waktu.

Gambar 1A: Kaki penderita CTEV yang menyerupai intrauterinal position (normal). Gambar 1B: Posisi janin dalam rahim (intrauterine position) dengan kaki menekuk ke dalam. PENYEBAB BELUM DIKETAHUI Walau berbagai teori telah dikemuka, CTEV merupakan penyakit idiopatik, penyakit yang penyebab pastinya belum diketahui. Pada kelainan ini, ketika digerakkan, kaki terasa lebih kaku, menekuk ke dalam, dan tidak dapat digerakkan ke posisi normal. Pada sisi dalam dan belakang kaki, umumnya ada garis-garis kulit yang dalam.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *